Monday, November 21, 2016

LELAH

Monitor yang selalu tersenyum walaupun dia terasa lelah.

Imajinasiku terbang seakan jiwaku melayang
Tak tahu dimana jiwa perhentian
Entah apa yang dalam arah pikiran
Bergemuruh riuh badai menerjang
Ku dengar alunan keras tanpa nada.
Hidup hambar terbuang kata demi kata
Yang mengalun sebagai gita pesona...
Mencurah rasa dalam kala..

Aku yang tak pernah sadar
Aku yang tak pernah peduli
Setiap hembusan nafas yang memudar
Setiap jengkal langkah kaki
Harusnya memiliki jiwa
Jiwa yang dapat mewakili hakikatknya
Senjakala
Sebagai binatang dalam topeng Manusia..

Ku dengar bisikan angin
Bercerita padamu tentang rindu..
Aku hanyut dan tertegun dalam pilu
Ku dengar bisikan musik
Bercerita padaku tentang senja
Sudah terlalu lama tak bertemu manjanya
Aku lelah melalui pagi..
Aku selalu terdiam menunggu malam
Menanti senja menepi manja dipipi..

Terkadang aku menjadi begitu lelah, terutama dalam menata hati. Ada banyak bagian yang begitu susah kumengerti, entah bagaimana Tuhan menjadikannya hingga begitu rumit untuk kupahami.

Bukan hanya perasaan cinta yang harus kutahan agar tak menggebu, atau perasaan sedih yang harus ku urai agar tak menyepi aku dalam lubang hitam pekat tak bermassa. Banyak hal yang masih tak kumengerti tentang rasa, tentang emosi, dan tentang jiwa.

Lelah, aku begitu lelah. Ingin berbaring sejenak untuk melepas penat, namun rasanya akan sangat sulit. Berbaring hibernasi ratusan purnama  pun tetap tak akan mampu mengangkat rasa letih ini. Rasa yang begitu membuatku menghela nafas panjang. Aku lelah!

Aku curhat tentang rinduku , Aku tak mengerti, sudah terlalu lama kerinduan tanpa alasan menjadi tumbuh seperti karang - karang yang patah terkena injakan kaki-kai jahat.
Dikala moment itu masih melekat pada sang otomata dalam jaringan syaraf ini. mungkin sulit untuk di putus arusnya untuk melupakan segalanya.
dewi coklat yang menjadi labuhan curhat

Masih dengan hal yang sama biarlah berputar secara alami dan semestinya. biar bungkusan coklat-coklat  ini yang menjadi saksi untuk senyuman kecut meliat ketidak adilan yang kau tepikan tanpa kecemburuan.

********************
Syafiq Hidayat Taplin

Dua Enam

Bagikan

Jangan lewatkan

LELAH
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 comments:

Tulis comments
avatar
November 22, 2016 at 10:57 AM

Kalo Lelah kamu tidur aja...biar akak yang makan coklat nya hahahha...peaceeee

Reply

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>